Cara Kreatif Mencari Pekerjaan, Tanpa Tergantung Lowongan Kerja
| 08.45 |
Melihat
selalu sesaknya kolom lowongan kerja di koran, saya tidak percaya
bila ada yang mengatakan 'sulit mencari pekerjaan di Indonesia saat ini'. Saya
yakin, haqqul yakin, ada 1001 macam pekerjaan yang bisa digarap di bumi
nan subur bernama Indonesia ini. Yang di tanah dan air-nya penuh peluang
melimpah. Belum lagi di dunia bisnis online-nya.
Saya setuju
bila ada yang mengatakan: tidak mungkin ada orang mati kelaparan di
Indonesia!—karena kemalasan, mungkin saja.
Malas untuk
hidup: pilih 'mematikan' diri! Malas untuk berusaha: pilih menyendiri! Malas
untuk rajin: pilih menjadi maling! Bahkan tak sedikit yang mengimani adagium
ngawur “mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal”. Nah yang
demikian, telah mati sebelum mati.
Yup, topik
kali ini agak menyimpang dari kebiasaan. Bukan tentang entrepreneur, wirausaha
atau ide bisnis.
Kali ini saya akan sharing tentang bagaimana cara kreatif mencari
kerja tanpa tergantung iklan lowongan kerja. Tentu dari sudut
pandang pencipta lapangan kerja (baca: pengusaha kecil membesar). Ini
berdasarkan pengalaman saya beberapa minggu terakhir yang agak kesulitan
mencari beberapa orang yang memiliki passion dan antusiasme. Intinya, tulisan
ini based on true story.
Orang yang
ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja. (Plato)
Pasang
iklan tentang Anda
Jadilah
penjemput kerja, jangan menunggu lowongan kerja. Demikianlah saya ‘diajarkan’
oleh seorang teman. Hampir satu dekade silam, medio 2000-an di Jakarta. Saat
saya menjadi pencandu koran Sabtu-Minggu edisi lowongan kerja. Saking rutinnya,
tukang koran hafal untuk mengantar koran hanya di Sabtu dan Minggu.
Di tengah
kesibukan mengirim lamaran dan memenuhi panggilan interview, seorang teman
membuka mata saya bagaimana mendapatkan kerja dengan efektif dan kreatif. Ya,
mencari kerja juga perlu kreatifitas. Out of the box.
Alih-alih
melihat iklan lowongan kerja dan melamarnya, dia malah memasang iklan tentang
dirinya. Seingat saya, ia mengiklankan dirinya sebagai penulis yang sekaligus
kartunis dengan pengalaman seabrek. Alhasil, beberapa tawaran menulis biografi
diraupnya. Kliennya pengusaha besar yang kurang terekspos di media. Dari sini,
tak sedikit rupiah mengaliri kantongnya. Job dari satu klien, bisa untuk hidup
1 tahun.
Kini, saat
dunia menjadi flat dengan internet. Anda dapat mengadopsi ide itu dengan
mengiklankan diri anda, bisa lewat blog, grup di Facebook, forum, dll. Atau
yang berbayar, fb ads misalnya.
Efektif?
Tentu saja. Biasanya klien ataupun owner perusahaan senang dengan
optimisme seseorang dalam menjemput rizki. Belum dapat kerja saja sudah
optimis, apalagi bila dikasi kerja.
Berani
mencoba?
Datang
langsung. Jemput Bola
Nah, cara
ini agak sedikit menguras tenaga dan bensin. Anda datang langsung ke perusahaan
yang anda incar. Temui direksinya. Jangan tanggung-tanggung.
Hal inilah
yang dilakukan maestro properti kita, Ciputra,
kala mendapatkan proyek pertamanya. Kalau saya tak salah ingat, Ciputra datang
langsung menghadap DKI 1 dan mengenalkan dirinya sebagai lulusan ITB yang baru
lulus. Ia menantang pak Gubernur untuk mempercayakan satu pekerjaan kepadanya.
Alhasil, kita mengenalnya sebagai Midas, yang membuat beberapa kawasan ‘sampah’
menjadi emas. Sebut saja Ancol, Pondok Indah, dll.
Ciputra
bersama sang istri, saat awal merintis imperium bisnis, 1972. (foto:
kompas.com) Cara ini sangat efektif bila anda memiliki networking yang
luas. Tapi bila anda yakin dan percaya diri, tanpa kenalan orang dalampun cara
ini cukup ampuh. Terbukti!
Sumber :
http://www.yaserace.com/2013/10/cara-kreatif-mencari-pekerjaan-tanpa.html
Penulis :
Nadya Aprianti PPS-AP202

0 komentar:
Posting Komentar