Jumat, 02 Juni 2017

Cara Kreatif Mencari Pekerjaan, Tanpa Tergantung Lowongan Kerja



Melihat selalu sesaknya kolom lowongan kerja di koran, saya tidak percaya bila ada yang mengatakan 'sulit mencari pekerjaan di Indonesia saat ini'. Saya yakin, haqqul yakin, ada 1001 macam pekerjaan yang bisa digarap di bumi nan subur bernama Indonesia ini. Yang di tanah dan air-nya penuh peluang melimpah. Belum lagi di dunia bisnis online-nya.

Saya setuju bila ada yang mengatakan: tidak mungkin ada orang mati kelaparan di Indonesia!—karena kemalasan, mungkin saja.

Malas untuk hidup: pilih 'mematikan' diri! Malas untuk berusaha: pilih menyendiri! Malas untuk rajin: pilih menjadi maling! Bahkan tak sedikit yang mengimani adagium ngawur “mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal”. Nah yang demikian, telah mati sebelum mati.


Yup, topik kali ini agak menyimpang dari kebiasaan. Bukan tentang entrepreneur, wirausaha atau ide bisnis. Kali ini saya akan sharing tentang bagaimana cara kreatif mencari kerja tanpa tergantung iklan lowongan kerja. Tentu dari sudut pandang pencipta lapangan kerja (baca: pengusaha kecil membesar). Ini berdasarkan pengalaman saya beberapa minggu terakhir yang agak kesulitan mencari beberapa orang yang memiliki passion dan antusiasme. Intinya, tulisan ini based on true story.


Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja. (Plato)

Pasang iklan tentang Anda
Jadilah penjemput kerja, jangan menunggu lowongan kerja. Demikianlah saya ‘diajarkan’ oleh seorang teman. Hampir satu dekade silam, medio 2000-an di Jakarta. Saat saya menjadi pencandu koran Sabtu-Minggu edisi lowongan kerja. Saking rutinnya, tukang koran hafal untuk mengantar koran hanya di Sabtu dan Minggu.

Di tengah kesibukan mengirim lamaran dan memenuhi panggilan interview, seorang teman membuka mata saya bagaimana mendapatkan kerja dengan efektif dan kreatif. Ya, mencari kerja juga perlu kreatifitas. Out of the box.

Alih-alih melihat iklan lowongan kerja dan melamarnya, dia malah memasang iklan tentang dirinya. Seingat saya, ia mengiklankan dirinya sebagai penulis yang sekaligus kartunis dengan pengalaman seabrek. Alhasil, beberapa tawaran menulis biografi diraupnya. Kliennya pengusaha besar yang kurang terekspos di media. Dari sini, tak sedikit rupiah mengaliri kantongnya. Job dari satu klien, bisa untuk hidup 1 tahun.  

Kini, saat dunia menjadi flat dengan internet. Anda dapat mengadopsi ide itu dengan mengiklankan diri anda, bisa lewat blog, grup di Facebook, forum, dll. Atau yang berbayar, fb ads misalnya.

Efektif? Tentu saja. Biasanya klien ataupun owner perusahaan senang dengan optimisme seseorang dalam menjemput rizki. Belum dapat kerja saja sudah optimis, apalagi bila dikasi kerja.

Berani mencoba?

Datang langsung. Jemput Bola
Nah, cara ini agak sedikit menguras tenaga dan bensin. Anda datang langsung ke perusahaan yang anda incar. Temui direksinya. Jangan tanggung-tanggung.

Hal inilah yang dilakukan maestro properti kita, Ciputra, kala mendapatkan proyek pertamanya. Kalau saya tak salah ingat, Ciputra datang langsung menghadap DKI 1 dan mengenalkan dirinya sebagai lulusan ITB yang baru lulus. Ia menantang pak Gubernur untuk mempercayakan satu pekerjaan kepadanya. Alhasil, kita mengenalnya sebagai Midas, yang membuat beberapa kawasan ‘sampah’ menjadi emas. Sebut saja Ancol, Pondok Indah, dll.

Ciputra bersama sang istri, saat awal merintis imperium bisnis, 1972. (foto: kompas.com) Cara ini sangat efektif bila anda memiliki networking yang luas. Tapi bila anda yakin dan percaya diri, tanpa kenalan orang dalampun cara ini cukup ampuh. Terbukti!

Sumber :
http://www.yaserace.com/2013/10/cara-kreatif-mencari-pekerjaan-tanpa.html

Penulis : Nadya Aprianti PPS-AP202

PSPL Lokal, Angkatan 2015-2016




PSPL Lokal angkatan 2015-2016 yaitu diadakan oleh HIMA LP3I kampus Depok yang diselenggarakan di Cilodong Depok. Disana kami diberi pelatihan dengan games yang menarik oleh para HIMA. Dan kami dipilih secara acak / random dalam membentuk suatu kelompok dan ada pula penaggung jawab dari setiap kelompok yaitu dari kaka-kaka Hima.

Pelajaran yang dapat diambil dari PSPL Lokal yaitu, kami menjadi lebih dekat dengan teman satu kelompok kami yang berbeda-beda jurusan dan kaka tingkat kami yang menjadi penanggung jawab di kelompok kami. Dan kami juga belajar menjalin kekompakan dalam setiap games yang diadakan.

Penulis : Nadya Aprianti PPS-AP202

Foto Outing Class ( Company Visit) ke Bea dan Cukai



Pada hari Rabu tanggal 3 Mei 2017 kami Mahasisw/i Kampus LP3I Depok mengadakan company visit ke Bea dan Cukai. Yang diikuti oleh kelas AP-201 dan AP-202. Yang berjumlah 50 mahasiswa. Direktorat Bea dan Cukai berada di Alamat: Jl. Ahmad Yani By Pass, Rawamangun, RT.12/RW.5, Pisangan Tim., Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13230.

Kami mendapatkan banyak pengalaman tentang penanganan Bea Cukai yang masuk maupun keluar  dan banyak lagi pelajaran yang dapat diambil, dan kami mengikuti games yang sangat menarik dan menegangkan. Saya merasa senang karena bisa berkunjung ke Bea dan Cukai.




Penulis : Nadya Aprianti PPS-AP202